Emang kdang sndal
Bs gntiin spatu
Lebah bs gntiin kpu2
Li2n bs gntiin lmpu
Bambu bs gntiin kayu
Taaaapiiiiiii….
Perlu kmu taw..
Bahwa gk da yg bs gntiin kmu untuk jdi sahabatku……….

Jangan jalan di depanku… aku gak keliatan
Jangan jalan di belakangku… aku bukan bodyguardmu !
Jangan jalan di sampingku… karena disampingku ada selokan

Merahnya buah ceri tak semerah bi2rmu,
Putihnya salju tak seputih kulitmu,
Halusnya sutra tak sehalus rambutmu….
But,,,
Bau bunga bangkai tak sebau badanmu ….. :p

Matamu tajam bagaikan elang
Bulu matamu lenti bagaikan koala
Kulitmu halus bagaikan kijang
Dan yang paling buat aku suka kamu
Tubuhmu wangi laksana pindang

Kucoba membayangkan dirimu
Sambil kuhisap rokokku dalam-dalam
Uhuk…uhuk…jadi batuk deh…

Kala terdiam berarti aku ga bicara
Kala tersenyum berarti aku bahagia
Kala menangis berarti aku bersedih
Kala ku meminta berarti ku ingin diberi
Teman kau ada aku ceria
Kau pergi aku sedih
Moga kita bisa bersama tuk selamanya

Andai kamu tau
Apa yang ku tau
Kuingin kau tau
Apa yang ku tau
Tapi aku tak tau
Cara membuatmu tau
Dan..
Kamu tetap tak tau
Apa yang kutau

Aku melakukan ini semua karena “AKU MASIH SAYANG” dan mungkin kamu “CINTA TERAKHIRKU”. Aku mulai merasa kalau “JOMBLO” itu ngga enak. Tiap “SABTU MINGGU” sendirian, merenung “MENUNGGU PAGI”, berharap ada “ANGIN” yang mau menyampaikan “SURAT CINTAKU YANG PERTAMA” ini.

Aku bosan kalau tiap hari Cuma “CURI-CURI PANDANG” darimu. “APA ARTINYA CINTA” diciptakan di dunia ini kalau hidup bagai di “RUANG RINDU” tanpa adanya seorang “SANDARAN HATI”. “ANDAI KU TAHU” dari dulu kalau cara ini lebih baik.

Mungkin aku bukan “PRIA TAMPAN” dan “BUKAN PILIHAN HATIMU” yang “HANYA BERMODAL CINTA”

“AKHIRNYA KU MENEMUKANMU”. Kamu bagaikan “BINTANG DI SURGA” yang turun melalui “LANGIT 7 BIDADARI” yang masuk ke lubuk hatiku yang paling dalam. Aku “YAKIN” kamulah “SATU-SATUNYA” pilihanku.

Ku akui kalau aku “LELAKI BUAYA DARAT” dan :PECINTA WANITA” tapi kemarin,”HARI INI, ESOK, DAN STERUSNYA” aku akan selalu berdoa untuk bisa memilikimu.

Mungkin “AKU ADA KARENA KAU ADA” di dunia ini untuk selalu menyayangimu bahkan hingga sampai ke “SURGA-MU”. Aku tak ingin kalau kita tercpta “BAGAI AIR DAN API”.

Sebenarnya aku juga tak mau kalau kamu “BENCI BILANG CINTA”,”AKU MASIH DISINI” untuk “MENANTI SEBUAH JAWABAN” darimu “SAMPAI MENUTUP MATA”. Aku memang “PENGECUT” yang tak berani mengatakan langsung “KEPASTIAN YANG KUTUNGGU” darimu, “DARA MANISKU”. Akulah “PEMUJA RAHASIAMU”, “AKU T’LAH JATUH CINTA “ padamu “HINGGA AKHIR WAKTU”. Aku ingin bertanya “ADA APA DENGANMU”, mangapa “AURA”mu mulai pudar di bawah terangnya bulan malam ini. “IJINKAN AKU MENYAYANGIMU” walaupun “SAAT JARAK MEMISAHKAN” kita.

Jangan kau “HAPUS AKU” dari rongga di hatimu dan jangan kau ragukan cinta yang sesungguhnya dariku karena “SEMAKIN HARI SEMAKIN CINTA” diriku padamu. Takkan ada lagi kata “AKU, DIRIMU, DIRINYA” dalam “CINTA PUTIH” kita dan takkan ada lagi “CINTA YANG LAIN”.