Category: Tentang Cinta



Sesungguhnya awal tingkatan cinta adalah menganggapnya baik (Istihsan). Istihsan itu pada mulanya melalui pandangan, memang benar demikian, namun sesungguhnya itu barulah tingkatan pertama cinta.

“Sesungguhnya orang yang mengaku ia mencintai (seseorang) setelah melihat pertama kali itu membuktikan cintanya itu tidak lain hanya sekedar nafsu belaka. Seharusnya mencintai seseorang itu adalah setelah ia melewati masa yang cukup lama, ia telah berinteraksi akrab dan menyertai baik dalam keseriusan maupun guyonan dalam keadaan sedih maupun senang, maka mereka takan melupakan sama sekali cintanya itu”.(Ibnu Hazm)

Barang siapa yang mengaku mencintai seseorang ketika pertama melihatnya, itu berarti menunjukan kesabaran yang sedikit, sehingga kesenangannya juga akan cepat berakhir. Begitu juga dalam segala hal, semakin cepat tumbuhnya semakin cepat pula hilangnya dan semakin lambat tercapainya semakin lambat juga sirnanya. Continue reading

Advertisements

Cinta Dalam Islam


Cinta Dalam Islam
Cinta adalah sesuatu yang dianjurkan dalam islam. Rasulullah SAW dalam sejarahnya, sangat mencintai istrinya Aisyah ra. Rasulullah SAW memanggilnya dengan julukan “humaira” (Si pemilik pipi merah), karena wajahnya menjadi merah tatkala ia marah.

Cinta itu sebenarnya perpaduan semangat ruh dan mental, sebelum pada akhirnya terjadi perpaduan fisik.
Cinta bukan sekedar nafsu yang diaktualisasikan dalam hal-hal yang berhubungan dengan fisik. Namun, ia merupakan cara interaksi dan pertemuan ruh dengan ruh serta kerinduan jiwa dengan jiwa, bukan jasad dengan jasad. Kemudian peristiwanya itu didukung oleh syariat maupun adat istiadat.

Syariat membatasi bagaimana pertemuan itu, lalu adat istiadat mendukungnya. Itulah cinta yang diakui dalam islam antara lelaki dan perempuan, yang target akhirnya adalah pernikahan. Mustahil bahwa dikatakan cinta itu merupakan kunci kebahagiaan, kecuali jika dalam hati seseorang yang sedang bercinta ada perasaan yang tenang, ridha dan tegar. Sementara tipe hati yang seperti itu tidak akan terwujud kecuali jika kedua sejoli yang sedang bercinta meyakini bahwa cintanya akan berakhir dengan memperoleh berkah dari Allah SWT dan direstui keluarga maupun masyarakat.
Continue reading


Silahkan Klik..

Cinta VS Benci


Sering tak disadari, kita berpikir hampir selalu dalam dikotomi…
Salah vs benar
baik vs buruk
laki vs wanita
gelap vs terang
siang vs malam
on vs off
termasuk Cinta vs Benci…

kadang kita menganggap itulah lawan kata dari yang sebelumnya…
tapi benarkah demikian?
benarkah salah selalu berlawanan dengan benar?
benarkan baik selalu berlawanan dengan buruk?
benarkah laki selalu berlawanan dengan wanita?
benarkah gelap selalu berlawanan dengan terang?
benarkah siang selalu berlawanan dengan malam?
benarkah cinta selalu berlawanan dengan benci?

Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta? Continue reading

Tingkatan Cinta


1.Istihsan
Anggapan baik, pada tingkatan ini seseorang menyukai wajah orang yang menjadi objek cintanya.

2.Takjub
Seseorang akan selalu berada disamping obyek cintanya dan ingin selalu bercakap-cakap dengannya.

3.Rindu
Hati seseorang akan menggebu-gebu terhadap kekasihnya dan tersiksa bila tak melihatnya dan akan terobati tatkala ia melihat kekasihnya.

4.Kasmaran
Pikiran seseorang pada tingkatan ini dipenuhi oleh CINTA.

Wahai orang yang sedang ”Kasmaran” ketahuilah bahwa ”Kemuliaan Cinta” itu terjadi seandainya ia dapat dilakukan secara optimal oleh Jiwa Ragamu…!
Janganlah! menodai Kemuliaan Cinta yang pada akhirnya akan mengakibatkan Kekasihmu menjadi musuh bagimu diakhirat Nanti.

Hidup Adalah Cobaan Maka Hiduplah Dgn Kesabaran Karena Kesabaran Adalah Keikhlasan Hati Dan Hanya Padanyalah (ALLAH SWT) Kita Berserah Diri.